Buku Dalam Diri Manusia

Kehidupan manusia bagaikan sebuah buku, memiliki cover atau sampul depan dan ada juga lembaran-lembarannya, dan pasti akan ditutup oleh sampul belakang. Ada yang menarik untuk dibaca atau enggak sama sekali, ada kisah yang menarik ada pula kisah yang pahit. Ada yang tebal dan ada pula yang tipis. Seperti apa sih buku di dalam diri manusia itu ?
Sebagaimana sebuah buku, sampul depan kehidupan kita adalah ketika kita dilahirkan oleh orang tua kita di dunia yang akan memberi sejuta coretan dalam buku kita. Berbagai kisah , cerita dan pengalaman akan mengisi kehidupan kita setelah ini. Begitu cover kita balik, lembaran-lembaran yang putih dan bersih sudah menanti coretan-coretan yang akan kita buat. Di lembaran – lembaran itulah kita akan menulisakan perjalanan hidup kita. Dan sekali kita menulis, maka kita akan terus menilis sampai dengan cerita kita selesai.
Tulisan yang kita coretkan adalah sebuah gambaran dari tingkah laku dan pengalaman dari perjalanan kehidupan kita. Perilaku yang baik akan menghasilkan sebuah tulisan-tulisan yang baik dan akan menjadi sebuah coretan-coretan penuh makna dengan kebaikan yang kita berikan . Kisah kehidupan yang baik akan menjadi sebuah kenangan yang indah bagi seseorang dan kelak akan dibaca oleh orang lain dan menjadi sebuah buku pedoman dan menjadi guru bagi orang lain.
Yupppzz… jadi kalau kita mengharapkan sebuah buku yang memiliki cerita-cerita yang menarik dan baik serta membuat orang terkenang oleh kita dan bahkan meneladani cerita-cerita yang kita buat maka isilah hidup kita dengan hal-hal yang baik pula. Sadar atau tidak bahwa semua perkataan dan perilaku kita akan meninggalkan kesan dan rekaman potret bagi orang lain. Berhati-hatilah dengan perkataan dan perilaku yang akan kita tulisan dalam kisah kita, agar tak ada kisah kita yang melukai atau membuat orang lain kecewa kepada kita. Selain itu jangan malu bertanya kepada sang pencipta, apa yang harus kita tulis dan coretkan di dalam buku kita, agar kita tidak keliru dalam menulis.
Sebaliknya , perilaku yang buruk akan menghasilkan sebuah kisah yang buruk pula. Bukan hanya itu kertasnyapun bisa menjadi lusuh, kumal, dan mudah robek. Karena saking bruknya sampai kadang-kadang tak terbaca karena pada dasarnya manusia hanya ingin sesuatu yang baik tetapi terkadang mereka belum bisa memaknai arti kebaikan yang sebenarnya. Sesuatu yang kita anggap baik belum tentu orang lain menganggapnya adalah sebuah kebaikan. Maka dari itu belajarlah untuk melihat perilaku dan tindakan kita dari kacamata pembaca atau orang lain. Berhati-hatilah dalam menuliskan kisah –kisah dalam buku kita agar tidak melukai orang lain. Namun seburuk apapun coretan atau kisah kita sekarang, Tuhan selalu memberikan lembar baru yang putih, bersih dan tak terdapat noda sedikitpun untuk kita menuliskan kisah-kisah kita yang baru dan lebih baik. Oleh karena itu seburuk apapun tingkah laku yang kita perbuat sekarang Tuhan selalu memberi hari baru untuk kita. Maka gunakanlah kesempatan itu untuk memperbaiki diri dengan hal yang baru dan baik untuk mengoreksi kesalahn kita, dan kemudian melanjutkan lagi alur cerita kita agar sesuai dengan harapan pembaca dan Tuhan YME.
Hidup itu penuh pilihan dan jebakan. Kadang kita ingin memilih sesuatu yang baik tetapi kadang kita malah terjebak kedalam keadaan yang membuat kita menjadi sesuatu yang tidak baik. Kadang kita mendengar kata Gengsi ??? Gengsi membuat seseorang menjadi berfikir pendek. Semua yang dia fikirkan dan lakukan bukan untuk kebaikannya, walaupun dia harus menjadi orang lain dia rela, itu semua demi menjaga kebesaran dan penghargaan dari orang lain. So untuk apa kita gengsi jika menjadikan kita tak lebih baik dari sebelumya.
Seperti didalam sebuah buku , kalaupun dialam perjalanan kita pernah melakukan kesalahan, keliru melangkah dan keliru menulis kita selalu diberi lembaran baru, Masalahnya hanya kita dapat memanfaatkan lembar baru itu untuk memperbaiki diri atau tidak ?
Mumpung masih diberi lembaran dan waktu marilah kita bersama untuk melakukan perbaikan diri kita. Melakukan instrospeksi diri dan mendengarkan saran dari orang lain merupakan hal kecil yang dapat kita lakukan, tetepi manfaatnya akan menjadikan buku kita menjadi lebih baik. Dan bagi teman –teman yang sedang bersekolah ataupun bekerja dimanapun, carilah ilmu dan goreskan kedalam kisah – kisah kalian masing-masing. Berjuanglah untuk mendapatkan impian teman-teman dan ketika impian teman-teman menjadi kenyataan , coretan-coretan ini hanya akan menjadi lembaran perjuangan ynag dilakukan oleh teman-teman.
Kebahagiaan tidak dapat diukur, apa dan siapapun kita sekarang sukurulah dan nikmatilah. Menerima kenyataan memang sulit, tetepi kenyataan membuat kita tau arti sebuah perjuangan dan kebahagiaan yang sebenarnya. Buku diri kita akan menjadi saksi perjuangan kita dalam meraih kebahagiaan kita .
Semoga kita dapat menulis kisah-kisah yang baik dan penuh keteladanan bagi orang lain dan membuat orang lain mengenang dan menuliskan nama kita di dalam lembarannya sebagi sebuah teladan yang baik.
Salam sukses dan bahagia untuk kita semua, Tetap semangat dalam menjalani hari-harimu kawan. Wasalamu’alaikum. .
( Faisal Nur Iman ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s